Minggu, 27 Maret 2022

Pluto, Planet?

Pluto dalam bahasa Yunani berarti Hades, yaitu nama dewa dunia penjahat Yunani. Setelah mendapat banyak usulan pemberian nama planet kesembilan dari sistem tata surya ini, dipilihlah nama Pluto. Pemberian nama “Pluto” mungkin dikarenakan letaknya yang sangat jauh dari matahari dan selalu dalam kegelapan. Ada juga dugaan huruf PL pada nama Pluto merupakan singkatan dari Percival Lowell. Percival Lowell adalah pendiri Observatorium Lowell di Arizona Amerika. 

Pluto masuk dalam galaksi Milky Way. Pluto mempunyai ukuran paling kecil dibandingkan delapan planet yang sudah kita pelajari. Bahkan ukuran Pluto lebih kecil dibanding Satelit alam. Planet yang berjarak 5.900.000 km (5.900 juta km) dari Matahari ini mempunyai diameter 2.274 km. Untuk sekali rotasi, Pluto memerlukan waktu selama 6 hari 9 jam. Waktu yang diperlukan untuk mengelilingi Matahari adalah 248 tahun Bumi. 

Ada yang unik ketika Pluto mengelilingi Matahari. Selama 20 tahun mengelilingi Matahari, orbit Pluto memotong orbit Neptunus. Keadaan ini menyebabkan Neptunus menjadi planet terjauh dan Pluto menjadi planet ke delapan. Peristiwa ini pernah terjadi pada Februari 1979 sampai Februari 1999. 

Orbit Pluto yang memotong Neptunus.

Banyak hal yang belum diketahui tentang Pluto. Bahkan menggunakan teleskop yang kuat sekalipun. Komposisi Pluto belum diketahui dengan pasti, tetapi dari kerapatannya dapat diperkirakan mungkin Pluto merupakan campuran 70% batuan dan 30% es.

Ada perbedaan pendapat mengenai pengelompokan Pluto sebagai planet. Pluto dikelompokkan sebagai planet kesembilan segera setelah penemuannya dan pengelompokkan ini sudah berjalan selama 75 tahun. Akan tetapi, pada tanggal 24 Agustus 2006, IAU (International Astronomical Union) –Perserikatan Astronomi Internasional– memutuskan pengertian baru tentang planet dan tidak memasukkan. Pluto sebagai planet. Menurut pengertian IAU, sistem tata surya kita memiliki delapan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, saturnus, Uranus, dan Neptunus. Pluto dikelompokkan sebagai planet kecil, dan planet kecil tidak sama dengan planet yang sesungguhnya.

Perbedaan pendapat mengenai status Pluto sebagai planet terjadi selama beberapa tahun. Ahli astronomi membuat hipotesis adanya kelompok besar dari benda beku yang berada dalam Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper terdapat pada pinggiran sistem tata surya kita. Benda dalam Sabuk Kuiper pertama ditemukan pada awal tahun 1990. Para ilmuwan mengakui bahwa Pluto –yang ditemukan tahun 1930–, sebenarnya hanyalah satu dari beberapa benda dalam Sabuk Kuiper. Dalam hal susunan dan orbitnya, Pluto berbeda dengan delapan planet yang lain, tetapi mempunyai kemiripan dengan benda-benda yang ada di Sabuk Kuiper. Sampai tahun 2003, Pluto masih merupakan benda terbesar dalam Sabuk Kuiper hingga ditemukan 2003 UB313. Timbullah pertanyaan tentang status Pluto sebagai planet seutuhnya.

Untuk saat ini, kita hanya mengenal tiga kelas untuk benda-benda di Tata Surya, yakni planet, planet kerdil, dan benda-benda kecil lainnya. Planet Tata Surya yang sekarang terdiri dari delapan planet dan tidak memasukkan Pluto. Pluto termasuk planet kerdil, sama dengan 2003 UB313, asteroid Ceres, Quoaoar, dan Sedna. Benda kecil lainnya adalah asteroid kecil, komet, dan meteoroid.

Daftar Pustaka

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319978/pendidikan/DIKTAT+KULIAH+IAD_pluto.pdf



Sabtu, 26 Maret 2022

Meteor

Meteor adalah lintasan cahaya terang di langit yang terjadi karena pecahan meteoroid masuk ke atmosfer Bumi. Meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. 

Pecahan meteoroid bergerak cepat dari angkasa luar menembus atmosfer Bumi. Ketika memasuki atmosfer Bumi, meteoroid mengalami tekanan yang menghasilkan panas. Panas yang sangat tinggi menghasilkan pijaran sangat terang dan berkilauan. Dari Bumi, pijaran itu tampak seperti bintang jatuh.

Tahukah kalian jika setiap hari bumi digempur habis-habisan dari angkasa luar? Gempuran dari luar angkasa memang bukan hal yang asing. Setiap hari, banyak sekali meteoroid yang mencapai atmosfer Bumi dan mengandung ratusan ton material. Bentuk benda-benda tersebut bermacam-macam. Ada yang berbentuk debu sampai yang ukurannya beberapa kilometer. Benda-benda tersebut meluncur menuju Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/detik. Jika benda-benda yang berupa meteoroid tersebut mencapai bumi maka menjadilah dia meteorit. 

Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer akan jatuh ke permukaan Bumi sebagai meteorit. Meteorit terbesar ditemukan di Hoba, Namibia, dengan berat 60 ton. 

Kecepatan meteoroid yang mencapai atmosfer Bumi berkisar antara 10 dan 70 km/detik. Hampir semua meteor, kecuali yang sangat besar, mengalami pengurangan kecepatan akibat gesekan dengan atmosfer sehingga mencapai permukaan Bumi tanpa menimbulkan guncangan. 

Tabrakan meteor ukuran besar ke Bumi dapat menghasilkan kawah. Sebagai contoh adalah kawah besar di Arizona, Amerika Serikat dengan diameter 1.200 meter dan kedalaman 200 meter. Kawah itu terbentuk sekitar 50.000 tahun yang lalu oleh meteor besi yang berdiameter sekitar 30–50 meter.

Kawah Meteor Barringer, Arizona, Amerika Serikat

Tumbukan lain juga pernah terjadi di Tunguska, Siberia Barat. Diperkirakan meteor yang sampai ke permukaan Bumi berdiameter sekitar 60 meter dan terdiri dari bagian-bagian yang lepas. Sebelum benar-benar mencapai permukaan Bumi, meteor tersebut hancur sehingga tidak membentuk kawah seperti di Arizona. Meskipun begitu, hamparan hutan seluas 500 km musnah terbakar. Suara ledakan terdengar oleh separoh penduduk Inggris.

Meskipun benda-benda akan mengalami perlambatan setelah memasuki atmosfer Bumi, tetapi tetap saja akan menghantam Bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Gesekan dengan materi Bumi membuat benda tersebut meleleh. Jika benda-benda tersebut pecah menjadi serpihan-serpihan, terbentuklah hujan meteor. 

Hujan meteor merupakan pemandangan yang sangat indah. Di langit yang gelap tampak pijaran cahaya berkilauan di langit. Sayangnya, ribuan meteor terlihat berkilauan hanya dalam waktu sangat singkat. 

Hujan meteor Leonid merupakan salah satu hujan meteor yang terkenal. Hujan meteor jenis ini terjadi sekitar tanggal 16–17 November tahun 1833. Pada bulan November 1833 terjadi hujan meteor Leonid yang sangat deras selama 1 jam. Sekitar lebih dari 35.000 meteor jatuh pada peristiwa itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah sekaligus menakutkan bagi setiap orang yang melihatnya.

Daftar Pustaka

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319978/pendidikan/DIKTAT+KULIAH+IAD_meteor.pdf

Mengenal Planet Saturnus


Saturnus adalah planet keenam dari Matahari. Selain itu, Saturnus merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Saturnus merupakan planet terjauh yang dapat dilihat manusia dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop dan telah ditemukan sejak zaman kuno. Nama Saturnus diambil dari nama dewa pertanian dan kekayaan dalam mitologi Romawi yang juga merupakan ayah dari Jupiter. Saturnus termasuk ke dalam planet Jovian yang tersusun dari gas sama seperti Jupiter.

Bentuk Saturnus menyerupai sferoid pepat, yaitu seperti bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub sehingga diameter di khatulistiwa terlihat lebih besar daripada diameter di kutub. Diameter rata-rata Saturnus sebesar 116.464 km. Diameter Saturnus sembilan kali lebih besar dibandingkan dengan diameter Bumi. Jarak rata-rata Saturnus terhadap Matahari adalah 1,4 milyar kilometer atau 9,5 AU. Cahaya Matahari membutuhkan waktu 80 menit untuk sampai ke planet Saturnus.

Saturnus merupakan planet dengan hari terpendek kedua setelah Jupiter. Planet ini hanya memerlukan waktu 10 jam 14 menit untuk melakukan sekali rotasi (rotasi Saturnus). Saturnus membutuhkan waktu 29,4 tahun untuk mengelilingi Matahari (revolusi Saturnus). Sumbu rotasi Saturnus miring dengan sudut sebesar 26,73o dari lintasan orbitnya. Sama seperti yang sumbu rotasinya miring sebesar 23,5o, di planet Saturnus juga terdapat beberapa musim.

Sama seperti Jupiter, Saturnus Sebagian besar terbuat dari Hidrogen dan Helium. Di pusat Saturnus terdapat inti logam padat seperti besi dan nikel yang dikelilingi oleh bahan berbatu dan senyawa lain yang dipadatkan oleh tekanan dan panas yang kuat. Inti Saturnus mirip dengan inti Jupiter hanya saja dengan ukuran yang lebih kecil. Planet Saturnus merupakan satu-satunya planet di tata surya yang memiliki massa jenis lebih kecil daripada air. Jika ada sebuah kolam dengan ukuran yang sangat besar hingga semua planet di tata surya bisa masuk kedalamnya, Saturnus merupakan satu-satunya planet yang mengambang di kolam tersebut. 

 

Massa jenis Saturnus lebih kecil daripada massa jenis air

 

Atmosfer luar Saturnus mengandung 96,3% molekul hidrogen dan 3,25% helium. Seperti Jupiter, Saturnus sebagian besar terbuat dari hidrogen dan helium, dua komponen utama yang sama yang menyusun Matahari. Sebagai planet gas raksasa, Jupiter tidak memiliki permukaan yang sebenarnya. Planet ini sebagian besar adalah gas dan cairan yang berputar-putar. Saturnus diselimuti awan yang tampak seperti garis-garis samar, aliran jet, dan badai. Planet ini memiliki banyak warna kuning, coklat dan abu-abu.

Saturnus terlihat cantik dengan cincin yang mengitarinya. Cincin Saturnus dianggap sebagai potongan komet, asteroid, atau bulan yang hancur yang pecah sebelum mencapai planet tersebut, terkoyak oleh gravitasi kuat Saturnus. Partikel cincin sebagian besar berkisar dari butiran es kecil berukuran debu hingga bongkahan sebesar rumah. Sistem cincin ini membentang sepanjang 6.630 km hingga 120.700 km di atas khatulistiwa dengan rata-rata ketebalan kira-kira 20 meter. Saat ini Saturnus memiliki 82 satelit alami dimana 59 sudah diberi nama sementara 29 lagi masih menunggu komfirmasi. Satelit terbesar yang dimiliki Saturnus adalah Titan.

Cincin Saturnus


Daftar Pustaka

https://oif.umsu.ac.id/2021/02/mengenal-lebih-dekat-planet-saturnus/


Lubang Hitam di Pusat Galaksi


Lubang hitam adalah suatu benda dengan massa yang sangat masif, sehingga menyebabkan cahaya bisa tertarik dan terjebak ke dalamnya tanpa bisa melepaskan diri. Bila cahaya terjebak oleh lubang hitam, maka tidak akan mungkin ada informasi yang bisa diperoleh untuk membuktikan adanya lubang hitam secara langsung. Tetapi pengamatan akan perilaku benda-benda bergerak dan distribusi energi dari suatu lokasi bisa diterapkan untuk menentukan adanya distribusi massa dari suatu lokasi, dalam hal ini diterapkan untuk menentukan keberadaan lubang hitam. Pengamatan resolusi tinggi pada berbagai rentang pengamatan dari obyek-obyek bergerak di arah pusat galaksi kita, yaitu galaksi Bima Sakti, pada arah Sagitarius A*, menunjukkan indikasi kuat adanya lubang hitam di pusat galaksi kita. Dengan pemahaman akan keberadaan lubang hitam tersebut, maka dapat dipelajari evolusi galaksi kita serta evolusi dari alam semesta secara keseluruhan.

Walaupun bukti adanya lubang hitam bisa dilihat dari gerak benda-benda di sekitar suatu konsentrasi massa terpusat yang sangat besar, tetapi lubang hitam tidak akan pernah terlihat. Seberapa besar ukuran lubang hitam itu sendiri tidak dapat diketahui. Sehingga keberadaan lubang hitam masih bisa disanggah jika ada model lain yang memberi penjelasan tentang konsentrasi massa yang sangat padat. Teori relativitas umum telah memprediksi bahwa massa lubang hitam tersimpan dalam event horizon, dimana tidak ada informasi yang bisa keluar dari dalamnya. Sedemikian pepat gravitasi dalam event horizon, sehingga cahayapun tidak dapat lepas. Akibat kepepatan gravitasi lubang hitam, maka materi di sekitar lubang hitam akan terhisap ke dalamnya. Ketika materi tepat pada ‘tepi’ event horizon, dimana kelajuannya menuju laju cahaya, maka akan mengalami pemanasan sangat tinggi, dan melepaskan emisi yang sangat intens. Dengan demikian, jika ditemukan adanya flare (semburan) berenergi tinggi, maka bisa ditentukan bahwa materi tepat akan masuk ke dalam event horizon dari lubang hitam, dan akhirnya hilang sama sekali dari pengamatan.

Lubang hitam super pepat bisa saja terbentuk jika sejumlah besar bintang terkungkung dalam suatu lokasi pada akhir massa hidupnya yang menjadi lubang hitam, lalu lubang hitam seukuran bintang mengalami fusi menjadi benih lubang hitam besar di pusat galaksi; atau bisa saja terbentuk seketika pada awal alam semesta, sebagai primordial lubang hitam.

Penjelasan mengenai asal-usul lubang hitam di pusat galaksi, dikaitkan dengan penjelasan terbentuknya galaksi. Menurut Waller & Hodge (2003), konfigurasi galaksi ditentukan bagaimana awan proto-galaksi membentuk identitas gravitasi, melalui instabilitas gas pre-galaksi. Galaksi terbentuk ketika proto-galaksi mengalami kontraksi. 

Kendati lubang hitam adalah fenomena alam yang tidak bisa diamati, karena tidak akan ada cahaya yang bisa keluar darinya, tetapi dengan meningkatnya kemampuan pengamatan, dari pengamatan radio, pencitraan merah-infra sampai spektroskopi resolusi tinggi telah menunjukkan adanya pergerakan bintangbintang yang mengitari suatu sumber radio dengan periode di bawah lima hari, pada suatu pusat berjarak 3 pc, dan perhitungan menunjukkan pusat massa yang dikitari oleh bintang-bintang tersebut mempunyai massa mencapai 2.61x106 massa Matahari. Massa yang sangat pepat tersebut tidak akan mungkin berasal dari gugus bintang stabil, guguran bintang, atau sisa-sisa bintang generasi sebelumnya. Penjelasan yang paling bisa diterima adalah massa tersebut adalah sebuah lubang hitam pepat yang berada pada pusat galaksi Bima Sakti.  

Daftar Pustaka

http://jurnal.lapan.go.id/index.php/berita_dirgantara/article/download/70/67

Rasi Bintang Pelukis Malam


Agaknya semua orang setuju bahwa memandangi langit bertaburan cahaya bintang menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam diri manusia. Bagi orang yang sedang kasmaran, langit malam sering menjadi inspirasi dalam mengekspresikan rasa hatinya. 

Tetapi keindahan langit malam tidak hanya milik orang-orang sedang kasmaran saja. Gemerlap cahaya bintang dapat menumbuhkan sisi spiritual dari diri seorang manusia. Kemisteriusan dan kemagisan langit malam sejak dahulu telah "menyadarkan" manusia akan adanya kuasa yang lebih besar darinya, yang dapat menguasai apa yang tidak dapat manusia jangkau: langit.

Dalam banyak peradaban kuno sebelum masehi bintang-bintang mempunyai kedudukan yang tinggi. Orang-orang zaman dahulu percaya bintang-bintang di langit mempunyai pengaruh terhadap kehidupan mereka di bumi. Mereka melihat bintang-bintang tersebut sebagai suatu pola -kini dikenal sebagai konstelasi atau rasi bintang- yang menempati suatu wilayah tertentu di langit. Berkembanglah mitologi atau legenda dari berbagai peradaban kuno tentang rasi-rasi bintang.

Salah satu rasi bintang yang dikenali oleh banyak peradaban dan memiliki beragam kisah adalah Rasi Leo, rasi yang digambarkan sebagai singa perkasa. Dalam mitologi Yunani Rasi Leo dikisahkan sebagai singa raksasa yang terkenal buas, yang harus dikalahkan Herkules demi memenuhi tugas yang diberikan oleh dewi Hera. Herkules berhasil memenangi pertarungan sengit tersebut. Sebagai penghormatan, dewi Hera menempatkan singa buas tersebut di satu bagian langit, menjadi singa yang tak lagi mematikan.

Lain lagi menurut orang-orang Mesir kuno. Bagi mereka Leo bukanlah satu makhluk yang harus dikalahkan Herkules, melainkan salah satu dewa yang mereka sembah, dewa singa yang sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tidak hanya orang-orang Yunani dan Mesir yang melihat bentuk singa pada rasi ini. Orang-orang Sumeria juga telah melihat bentuk singa dan menyebutnya Ser. Orang-orang Turki menyebutnya Artan. Orang-orang Syria menyebutnya Aryo. Arye bagi orang-orang Yahudi dan Aru bagi orang-orang Babylonia. Beragam sebutan dengan makna yang sama, singa.

Banyak lagi kisah-kisah menarik yang lahir dari memandangi langit malam, Rasi Leo hanya salah satunya. Kadang apa yang dilihat oleh satu peradaban tidak sama dengan yang dilihat oleh peradaban lainnya. Tujuh bintang yang sangat menyolok di belahan langit utara yang seolah-olah membentuk sebuah gayung raksasa adalah contohnya. Nenek moyang bangsa kita dahulu melihat tujuh bintang ini sebagai bintang biduk atau sampan, perahu. Lain di barat, lain di timur. Bagi orang Yunani kuno rasi ini tampak sebagai seekor beruang karena mereka tidak hanya melihat ketujuh bintang saja tetapi dengan bintang-bintang lainnya di sekitar tujuh bintang tersebut. Jadilah mereka melihat bentuk beruang pada rasi itu. Bagi orang Romawi rasi ini tampak tidak hanya sebagai beruang biasa tetapi sebagai beruang besar, disebut Ursa Major. Rasi ini kini lebih dikenal sebagai big dipper atau gayung raksasa.

Rasi bintang bermanfaat bagi manusia. Pada dasarnya kegiatan mengelompokkan bintang dan "menganugerahinya" bentuk secara suka-suka telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Telah sejak lama pula rasi-rasi bintang di langit digunakan manusia sebagai petunjuk arah dan waktu. Salah satu contohnya adalah Big dipper atau Ursa Major yang sejak dahulu telah digunakan sebagai petunjuk arah utara. Agaknya orang-orang zaman dahulu telah menyadari bahwa rasi bintang muncul pada saat dan wilayah langit yang sama dalam kurun waktu tertentu setiap tahunnya sehingga dapat digunakan untuk keperluan navigasi.

Sejak tahun 1928 International Astronomical Union (IAU) meresmikan 88 buah rasi bintang berikut batas-batas rasinya untuk menghindari adanya "sengketa" wilayah antara satu rasi dengan yang lainnya. Pemetaan langit seperti ini berguna sebagai "alamat" bintang-bintang, galaksi, dan obyek langit lainnya sehingga memudahkan kerja para astronom dalam penelitian astronomi.

Bintang-bintang dalam suatu rasi sebenarnya tidak terletak berdekatan seperti yang kita lihat dari bumi. Satu bintang dengan bintang lainnya dalam suatu rasi dapat terpisah jutaan tahun cahaya dan sebenarnya tidak punya urusan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena jarak kita di bumi dengan bintang-bintang tersebut sangat jauh, bintang-bintang tersebut tampak berdekatan dilihat dari bumi.

Sebagian bintang tidak dapat dilihat oleh sebagian orang di wilayah tertentu di bumi ini. Polaris yang letaknya dekat dengan kutub utara contohnya, tidak dapat dilihat oleh orang-orang di benua Australia. Crux atau bintang salib selatan adalah satu contoh bintang di belahan langit selatan yang tidak dapat dilihat dari Inggris di belahan bumi utara. Langit malam dengan rasi-rasi bintangnya yang kita lihat dari tempat kita di Indonesia tentunya berbeda dengan langit malam yang dilihat di Belanda.

Tiap bintang memiliki karakteristik masing-masing walau berada di kelompok rasi yang sama. Dapat berupa bintang tunggal, ganda, bahkan majemuk. Sama dengan manusia, bintang-bintang pun berevolusi. Bintang yang kita lihat tidak kita sadari tengah mengalami proses evolusi, misalnya pada tahap awal hidupnya. Bahkan tidak jarang kita mengira tengah melihat sebuah bintang, ternyata yang kita lihat adalah sebuah planet atau bahkan nebula. Planet memang tampak dari bumi hanya seperti sebuah titik cemerlang, seperti layaknya sebuah bintang. Yang membedakan antara keduanya adalah kegenitannya dalam berkedip. Bintang karena mengeluarkan cahayanya sendiri senantiasa tampak berkelap-kelip sedangkan planet tidak berkelap-kelip karena ia hanya memantulkan cahaya, tidak mengeluarkan cahaya.

Para penghuni langit malam memang tak pernah bosan-bosannya mengundang manusia untuk mengenalnya. Setelah ini memandangi keindahan langit malam tentunya tidak lagi melamunkan si dia, tapi bisa saja misalnya memikirkan berapa magnitudo bintang-bintang tersebut, atau sedang dalam tahap evolusi apa bintang tersebut, atau hal-hal lain dari segi astronomis.Tidak salah rasanya mengatakan bahwa rasi bintang adalah jembatan untuk mengenal ilmu astronomi lebih dalam.

Daftar Pustaka

https://ubb.ac.id/?page=artikel_ubb&&id=308

Jumat, 25 Maret 2022

Milky Way Galaxy

   
Tau
gak sih alam semesta kita lebih besar diri yang dibayangkan. Tata surya kita berada di sebuah galaksi yang bernama galaksi bima sakti. Perlu kamu tahu bahwa masih ada jutaan galaksi di luar sana. Kebayang gak sih alam semesta kita itu sebesar apa, padahal planet kita saja sudah besar. Mungkin ada yang belum mengetahiu apa sih pengertian galaksi bima sakti. Hmm mungkin ada yang bilang, galaksi bima sakti tempat kita tinggal ya? Tidak salah dan tidak benar juga. jadi... galaksi Bima Sakti natau biasa dikenal dengan Milky Way adalah galaksi yang berisi tata surya. 

    Secara morfologi, galaksi dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak-beraturan. Banyaknya galaksi spiral di alam raya sekitar 75%, galaksi elips 20%, dan galaksi tak beraturan 5%. Bima sakti termasuk ke dalam galaksi spiral. Galaksi spiral, adalah tipe yang paling umum dikenal orang. Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah bulge dan hallo. Bulge adalah bagian pusat galaksi yang menonjol dan merupakan bagian yang paling padat. Sedangkan hallo adalah bagian lengan spiral. 

    Di dalam piringan Galaksi Bima Sakti terdapat lengan-lengan debu dan gas gelap berhiaskan permata bintang raksasa yang gemerlap dan tidak terhitung banyaknya. Lengan itu bergerak dalam bentuk spiral menjauhi pusat galaksi, laksana pancaran bunga api mengelilingi poros roda yang diputar. Cemerlang bintang di pusat galaksi berwarna merah sedangkan cemerlang bintang di lengan galaksi berwarna biru. Matahari tidak termasuk kepada kedua jenis tersebut karena matahari hanya merupakan bintang dari kelas menengah dengan kekuatan cahaya 100.000 kali lebih redup daripada bintang-bintang tercerah di sekitarnya. Matahari tidak memancarkan kecerahan biru pada lengan spiral tersebut tetapi hanya memancarkan cahaya kuning lembut. Matahari terletak 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau tiga perempat jari-jari galaksi. 


    Galaksi spiral yang mirip Bima Sakti adalah galaksi Andromeda. Dalam ruang alam jagat raya, Andromeda adalah tetangga terdekat galaksi Bima Sakti dan memiliki ukuran yang lebih besar dari Bima Sakti. Galaksi Andromeda bersama-sama dengan Bima Sakti termasuk galaksi spiral raksasa. Jarak galaksi Andromeda ini sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Untuk mengarungi jarak sejauh itu, cahaya memerlukan waktu 2,5 juta tahun. Ini berarti cahaya yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya yang dikirimnya 2,5 juta tahun yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi tersebut pada waktu itu. 

    Penemuan galaksi bertambah banyak berkat adanya teleskop pertama, tetapi semua terlihat sebagai kabut yang mirip kabut Magellan. Para ahli astronomi belum dapat membedakan antara kabut gas dengan galaksi. Oleh karena itu semua kabut itu dinamakan Nebula saja dengan diberi nama dan kode. Sesudah adanya galaksi-galaksi terbukti, studi tentang galaksi melonjak cepat. Jutaan pulau-pulau alam semesta seperti bima sakti banyak ditemukan dengan berbagai ragam ukuran, bentuk dan arahnya. Sebagian besar lebih kecil daripada galaksi bimasakti, tetapi beberapa di antaranya lebih besar. Bentuknya beraneka ragam dari bentuk kabut bersinar tercabik-cabik dan tanpa pola tertentu sampai kepada bentuk bulatan yang bermanik-manik bintang. Semunya tergantung di agkasa dengan berbagai sudut. Ada yang terlihat dari samping, ada yang terlihat seluruh muka, dan ada pula yang miring tiga perempat. 

    Demikianlah pembahasan mengenai Galaksi Bima Sakti, semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.













Kamis, 24 Maret 2022

Internasional Space Station

   
Halo! Di sini ada yang suka tentang luar angaka apa enggak?? Kalo ada kayaknya kita bisa jadi teman niih. Teman teman ada yang tahu nggak kalau ada benda yang mengelilingi Bimi kita selain Bulan?? Benda yang mengelilingi Bumi selain Bulan merupakan pesawat luar angkasa atau biasa disebut ISS (International Space Station). ISS mengelilingi bumi setiap 90 menit sekali. ISS adalah salah satu proyek astronomi terbesar dan merupakan objek termahal yang pernah dibuat senilai milyaran dolar amerika serikat. Ada 16 negara yang berpatisipasi dalam pembuatannya. ISS menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam ilmu pengetahuan modern terutama di bidang astronomi dan engineering. 
   
  Fungsi utama dari ISS ini adalah sebagai laboratorium luar angkasa untuk melakukan riset dan eksperimen-eksperimen yang berkaitan dengan lingkungan luar angkasa yang dimana tidak bisa dilakukan di bumi. Hasil riset dan eksperimen-eksperimen tersebut digunakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Stasiun ini diawaki secara permanen sejak astronot pertama datang pada tahun 2000. Para astronot berada di stasiun ini untuk jangka waktu yang lama. Misi dari program stasiun luar angkasa internasional ISS adalah untuk memajukan ilmu pengetahuan dan riset teknologi, mengembangkan wawasan pengetahuan umat manusia, menginspirasi dan mengedukasi generasi penerus, membantu perkembangan pengembangan komersial dari program luar angkasa dan mendemonstarsikan kemampuan untuk mengadakan misi explorasi luar angkasa.            

    International Space Station (ISS) dibangun bagian demi bagian secara bertahap di orbit. ISS terdiri dari modul-modul dan node-node yang terkoneksi dimana terdapat tempat tinggal dan laboratorium-laboratorium, termasuk juga bagian eksternal-eksternal lainnya yang menyediakan pendukung bagi struktur stasiun dan solar panel yang menyediakan daya dan tenaga bagi stasiun. ISS mendapat tenaganya dari panel surya yang mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. 

     Internasional Space Station (ISS) secara garis besar terdiri berbagai bagian utama yaitu module, truss dan airlock. Module merupakan bagan atau unit dari kendaraan angkasa (spacecraft). Truss adalah merupakan balok/tiang yang berfungsi sebagai tulang punggung dari stasiun luar angkasa dimana sebagian bagian stasiun terkoneksi. Dan yang terakhir adalah airlock yaitu merupakan sebuah ruang dengan dua pintu masuk yang mengizinkan astronot untuk keluar dari stasiun tanpa membiarkan oksigen keluar dari stasiun luar angkasa. 

     Mungkin sampai sini saja informasi yang bisa saya berikan tentang ISS. Mohon dikoreksi jika ada kesalah yaa. 

     Daftar Pustaka 
Ensiklopedia 
429-Article Text-1457-1-10-20190718-1.pdf

Pluto, Planet?

Pluto dalam bahasa Yunani berarti Hades, yaitu nama dewa dunia penjahat Yunani. Setelah mendapat banyak usulan pemberian nama planet kesembi...